Ucapan duka cita terus mengalir untuk legenda AC Milan Franco Baresi yang meninggal dunia pada usia 66 tahun. Pemakaman sang kapten akan digelar di Basilica di Sant'Ambrogio pada Selasa (4/8) pukul 11.00 waktu setempat, seiring dengan penghormatan dari mantan rekan setimnya di skuat Rossoneri yang legendaris.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Filippo Galli, yang pernah menjadi teman satu tim, mengenang sosok Baresi dengan penuh haru di radio RTL 102.5. "Dia akan selalu menjadi Kapten bagiku," ujar Galli. "Hanya dengan satu tatapan. Kami sekelompok pemain yang ribut, tapi di saat kami mulai berlebihan, dia akan menoleh, melihat kami, dan kami semua langsung menurunkan suara."
Striker Daniele Massaro juga membagikan kenangan pribadinya melalui unggahan Instagram. "Sulit menemukan kata-kata saat kehilangan seseorang yang menjadi bagian dari hidupmu. Bagi dunia, kau adalah Kapten, legenda sepak bola. Bagiku, kau adalah Franco. Sahabat yang berbagi tahun-tahun tak terlupakan, emosi yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang berada di ruang ganti itu, momen yang tak pernah bisa dihapus waktu."
Massaro melanjutkan, "Hari ini rasa sakit terasa berat, tapi lebih kuat lagi rasa syukur karena telah memilikimu di sisiku selama ini dalam perjalanan ini. Aku akan mengingat tawa, pelukan, keheningan, rasa saling menghormati, dan segala yang tak bisa digambarkan dalam foto. Ciao Franco, sahabatku. Beristirahatlah dalam damai. Kau adalah Libero yang abadi."
Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi, yang tumbuh di akademi Milan, juga memberikan penghormatan khusus. "Saya tumbuh di Akademi Milan saat muda, jadi ketika saya berusia 15,16 tahun, saya banyak bekerja dengan tim utama. Saya pikir dia adalah bek terbaik di dunia. Kapten hebat, pemain hebat, dan saya sangat sedih untuknya. Kapten Milan, juga tim nasional."
De Zerbi bahkan menyebut Baresi mungkin melampaui Paolo Maldini. "Saya berbicara dengan banyak pemain hari ini dan mereka tidak tahu, mereka tidak pernah melihatnya sebagai pemain, tapi dia luar biasa. Mungkin lebih baik dari Maldini, dan Maldini juga pemain top, top, top, tapi Baresi luar biasa."
Kenangan dan pujian dari rekan setim serta generasi penerus itu menunjukkan betapa besarnya pengaruh Franco Baresi, tidak hanya sebagai pemain tetapi juga sebagai sosok pemimpin di dalam dan luar lapangan. Warisannya sebagai salah satu bek terhebat sepanjang masa akan terus dikenang oleh dunia sepak bola.