Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Pamela McCorduck, Penulis...
BERITA

Profil Pamela McCorduck, Penulis Ikonik Sejarah AI Dunia

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 1 Agustus 2026
Potret Pamela McCorduck penulis sejarah kecerdasan buatan

Potret Pamela McCorduck penulis sejarah kecerdasan buatan

Dunia teknologi dan literatur pernah kehilangan salah satu figur pentingnya dengan kepergian Pamela McCorduck. Lahir di Liverpool, Inggris, pada 27 Oktober 1940, ia dikenal luas sebagai penulis ulung yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mendokumentasikan sejarah dan signifikansi filosofis dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Kisah hidup McCorduck dimulai dari masa kecil yang tidak biasa karena ia lahir di tengah Perang Dunia II saat kotanya dibom oleh Luftwaffe Jerman. Bersama keluarganya, ia kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1946 menggunakan kapal laut RMS Queen Elizabeth dan menetap di Stamford, Connecticut.

Perjalanannya di dunia akademis membawanya meraih gelar sarjana sastra Inggris dari University of California, Berkeley pada tahun 1960, sebelum kemudian merampungkan gelar magisternya di Columbia University. Ketertarikannya pada dunia teknologi bermula saat ia bekerja mendukung para profesor kenamaan seperti Edward Feigenbaum dan Julian Feldman dalam proyek buku mengenai kecerdasan buatan.

Nama McCorduck semakin melejit ketika ia menulis buku bertajuk "Machines Who Think: A Personal Inquiry Into the History and Prospects of Artificial Intelligence" pada tahun 1979. Buku tersebut menjadi salah satu karya paling monumental yang merangkum tahun-tahun awal penelitian AI, pakar sistem, robotika, hingga pengenalan ucapan dengan gaya bahasa yang renyah dan mudah dipahami publik luas.

Sepanjang kariernya, ia telah menelurkan belasan karya penting, termasuk buku-buku non-fiksi tentang masa depan teknologi serta sejumlah novel. Melalui karya memoarnya yang rilis pada tahun 2019 berjudul "This Could Be Important: My Life and Times With the Artificial Intelligentsia", ia sempat merefleksikan perjalanan panjangnya bersama para perintis dunia kecerdasan buatan.

Selain menulis buku, McCorduck juga aktif sebagai kontributor di berbagai media ternama seperti The New York Times, Omni, hingga majalah Wired, serta pernah menjabat sebagai wakil presiden PEN American Center. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada 18 Oktober 2021 di kediamannya di Walnut Creek, California, meninggalkan warisan intelektual yang amat berharga bagi perkembangan teknologi modern saat ini.

Topics
pamela mccorduck artificial intelligence sejarah teknologi tokoh dunia profil sastra inggris penulis
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.