SM Entertainment Co., Ltd. merupakan agensi hiburan multinasional asal Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1995 oleh Lee Soo-man di Seoul. Agensi ini beroperasi sebagai label rekaman, agensi bakat, perusahaan produksi musik, hingga manajemen acara yang memelopori fenomena gelombang budaya Korea atau Hallyu secara global.
Perjalanan perusahaan bermula ketika Lee Soo-man mendirikan SM Studio pada tahun 1989 di kawasan Apgujeong, Gangnam, Seoul, sebelum akhirnya mengubah nama menjadi SM Entertainment pada Februari 1995. Pada masa awal pendiriannya, perusahaan sukses melahirkan sejumlah grup ikonik seperti H.O.T. pada tahun 1996 dan S.E.S. pada tahun 1997.
Seiring perkembangan industri musik, SM Entertainment mencatat sejarah penting pada tahun 2000 dengan menjadi perusahaan hiburan pertama yang terdaftar di bursa KOSDAQ. Perusahaan ini terus melakukan ekspansi global dengan mendirikan divisi luar negeri, seperti SM Entertainment Japan pada tahun 2001 untuk mempromosikan solois BoA di pasar Jepang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHingga kini, SM Entertainment telah menaungi puluhan artis dan grup K-pop papan atas dari berbagai generasi, termasuk TVXQ, Super Junior, Girls" Generation, Shinee, Exo, Red Velvet, NCT, Aespa, hingga Riize. Perusahaan ini dipimpin oleh co-CEO Jang Cheol-hyuk dan Tak Young-jun setelah melalui berbagai dinamika korporasi dan akuisisi saham.
Transformasi Era SM 3.0 dan Dinamika Kepemilikan
Pada Februari 2023, manajemen mengumumkan transisi besar menuju era SM 3.0 melalui pemanfaatan sistem multi-produksi pusat untuk menghindari keterlambatan produksi. Perubahan strategis ini mengakhiri sistem produksi satu orang yang sebelumnya dipimpin oleh pendiri Lee Soo-man.
Dinamika kepemilikan saham perusahaan mengalami perubahan signifikan ketika Kakao resmi menjadi pemegang saham terbesar setelah sukses mengakuisisi 35 persen saham melalui penawaran tender pada Maret 2023. Langkah korporasi ini turut mengubah susunan direksi serta kepemimpinan eksekutif di dalam tubuh perusahaan.
Di tengah persaingan industri yang ketat, perusahaan terus memperluas lini bisnis melalui anak perusahaan di bidang musik, manajemen perjalanan, hingga pemasaran olahraga. Pada Mei 2025, SM Entertainment turut berinvestasi di label independen Great M Entertainment untuk memperkuat strategi multi-label mereka.
Berdasarkan laporan akhir tahun 2025, SM Entertainment memperkuat tata kelola perusahaan melalui penunjukan direksi independen serta eksekutif berpengalaman untuk mengawasi operasional global. Perusahaan berkomitmen mempertahankan posisinya sebagai pionir industri hiburan yang memimpin pasar musik internasional.