Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Stasiun Sawah Besar, Saksi...
BERITA

Profil Stasiun Sawah Besar, Saksi Sejarah Jalur Layang Pertama

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Tampak area peron Stasiun Sawah Besar di Jakarta Pusat

Tampak area peron Stasiun Sawah Besar di Jakarta Pusat

Stasiun Sawah Besar merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jalan Krekot Jaya, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Keberadaan stasiun ini menjadi salah satu titik penting dalam sistem transportasi massal berbasis rel karena menjadi bagian dari jalur rel layang di wilayah ibu kota.

Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal stasiun ini bermula dari halte kecil bernama Sawah Besaar yang diresmikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada tanggal 15 September 1871. Halte tersebut merupakan bagian dari jalur kereta api pertama di ruas Batavia sampai Weltevreden menuju Buitenzorg.

Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan penataan kota, halte kecil masa kolonial tersebut mengalami transformasi besar-besaran menjadi stasiun modern. Pemerintah kemudian membangun proyek jalur layang segmen Manggarai sampai Jakarta Kota yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 5 Juni 1992.

Sebagai stasiun yang berada di jalur layang, bangunan Stasiun Sawah Besar memiliki ciri khas arsitektur modern dengan sentuhan panel berwarna lilac yang tetap dipertahankan hingga kini. Stasiun ini juga memiliki peran strategis karena terletak tidak jauh dari kawasan pusat perbelanjaan Pasar Baru.

Fasilitas Serta Kantor Pusat KAI Properti di Sawah Besar

Jakarta pusat

Aktivitas harian di stasiun ini tergolong sangat padat lantaran hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line lintas Jakarta Kota dan Bogor. Dalam tata letaknya, stasiun ini menyediakan dua jalur rel kereta api aktif untuk melayani naik turun penumpang setiap hari.

Selain berfungsi sebagai prasarana naik turun penumpang KRL, bangunan stasiun ini juga memiliki fungsi administratif penting bagi perusahaan perkeretaapian. Lantai dasar dari bangunan stasiun ini digunakan sebagai kantor pusat PT Kereta Api Properti Manajemen selaku anak perusahaan Kereta Api Indonesia.

Proyek pembangunan jalur layang yang menaungi stasiun ini sendiri dimulai pada Februari 1988 dengan menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah. Meskipun peresmian dilakukan pada awal dekade 90-an, operasional penuh baru bisa berjalan optimal setahun setelahnya.

Kombinasi antara nilai historis era kolonial dan modernitas infrastruktur membuat stasiun ini menjadi salah satu saksi bisu perkembangan transportasi rel di Jakarta. Hingga hari ini, stasiun tersebut terus diandalkan oleh ribuan warga setiap harinya untuk mobilitas perkotaan.

Topics
stasiun sawah besar krl commuter line sejarah jakarta kai properti stasiun layang pasar baru transportasi publik jakarta pusat
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.