Memasuki hari pertama sekolah untuk tingkat TK hingga SMA sederajat, suasana baru kerap membawa tantangan tersendiri bagi anak-anak. Berdasarkan pantauan redaksi, momen ini sering kali dimanfaatkan orang tua untuk memberikan berbagai wejangan. Namun, psikolog mengingatkan bahwa menjejali terlalu banyak pesan atau larangan justru dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis anak yang sedang berusaha beradaptasi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Psikolog Klinis RSUP Dr. Kariadi Semarang, Nurul Firdausi, M.Psi., Psikolog, memberikan terlalu banyak nasihat tepat sebelum anak memasuki ruang kelas merupakan salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan orang tua. Pada momen krusial tersebut, anak sebenarnya lebih membutuhkan rasa aman dan ketenangan dibandingkan dengan deretan aturan ketat yang harus dipatuhi.
Berdasarkan penjelasan Nurul dalam sebuah talkshow kesehatan virtual, anak yang baru memasuki lingkungan sekolah sudah menghadapi berbagai perubahan besar secara sekaligus. Perubahan tersebut meliputi pertemuan dengan guru dan teman baru, hingga kewajiban mengikuti rutinitas yang berbeda dari suasana di rumah. Jika ditambah dengan berbagai kalimat tuntutan, suasana hati anak justru berisiko menjadi semakin tertekan.
Dari pengamatan tim redaksi, kalimat-kalimat seperti "jangan nakal", "jangan menangis", atau "harus nurut sama guru" sering diucapkan dengan niat baik agar anak bisa menyesuaikan diri. Meski terdengar sederhana, rentetan larangan ini berpotensi menjadi beban mental yang berat bagi anak. Orang tua disarankan untuk bersikap tenang, tidak panik, serta membatasi pesan yang bernada mengekang saat mengantarkan anak di hari pertama sekolah.