Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan tingkat kejujuran terendah di dunia berdasarkan hasil riset eksperimen dompet hilang. Penelitian ini menggunakan metode unik dengan menyebarkan 17.003 dompet di 40 negara guna melihat respons masyarakat saat menemukan barang berharga milik orang lain.
Para peneliti sengaja meletakkan dompet tersebut di berbagai bisnis serta lembaga di 355 kota untuk menguji apakah penemunya akan mengembalikan barang kepada pemilik atau justru mengambilnya. Data tersebut kemudian dicatat untuk memetakan perilaku sosial masyarakat di tiap negara terkait integritas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHasil temuan menunjukkan Swiss, Norwegia, dan Belanda menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat pengembalian dompet tertinggi. Sebaliknya, Indonesia tercatat berada di urutan kesembilan dari bawah dalam daftar tersebut, bersanding dengan beberapa negara lain dengan persentase pengembalian minim.
Menariknya, riset menemukan dompet berisi uang dalam jumlah lebih besar justru memiliki peluang lebih tinggi untuk dikembalikan. Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan beban moral atau rasa bersalah lebih besar saat seseorang memegang uang dalam nominal besar dibandingkan dompet kosong.
Peringkat Global Kejujuran dan Faktor Ekonomi
Berdasarkan data Science Focus, negara dengan tingkat pendapatan tinggi mendominasi posisi atas dalam daftar kejujuran tersebut. Sebaliknya, negara dengan pendapatan lebih rendah cenderung memiliki angka pengembalian dompet lebih kecil dibanding negara maju.
Negara seperti Peru, Maroko, dan China berada di jajaran terbawah dalam eksperimen ini. Di China, hanya sekitar 7 persen dompet kosong yang berhasil kembali, sementara di Peru tingkat pengembalian dompet berisi uang tercatat hanya 13 persen.
Amerika Serikat dan Inggris berada di posisi menengah dalam pemeringkatan tersebut. Keduanya masing-masing menempati peringkat ke-21 dan ke-22 dengan tingkat pengembalian dompet berkisar antara 50 hingga 52 persen di wilayah masing-masing.
Eksperimen ini memberikan gambaran bagaimana faktor lingkungan dan ekonomi dapat memengaruhi perilaku jujur seseorang dalam situasi sosial sehari-hari. Hasil riset pun menjadi bahan refleksi bagi berbagai negara untuk terus meningkatkan standar moral dan integritas di tengah masyarakat.