Riset smart cities yang digagas oleh Asisten Profesor Binghamton University Yingxue Zhang sukses mencuri perhatian publik setelah mengantongi penghargaan bergengsi National Science Foundation CAREER Award.
Berdasarkan laporan media, Yingxue Zhang menerima dana hibah lima tahun senilai USD 584.649 guna mendalami data yang dihasilkan manusia melalui pemanfaatan model kecerdasan buatan mutakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa pendekatan inovatif tersebut berfokus untuk mengurai kerumitan mobilitas perkotaan, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga efisiensi transportasi publik.
"Dalam kehidupan perkotaan, manusia membuat keputusan setiap hari, seperti pengemudi taksi mencari penumpang atau pekerja beralih ke transportasi umum," ujar Zhang sebagaimana dikutip dari dokumen risetnya.
Melalui hibah tersebut, Zhang berencana menerapkan teknik deep learning khusus bernama offline reinforcement learning untuk memodelkan dinamika spasial temporal yang kompleks di ruang publik.
Sebagaimana dilaporkan dalam publikasi akademik, penggunaan teknik berbasis data ini dipilih karena metode trial and error konvensional terlalu berbahaya jika diaplikasikan langsung pada kehidupan nyata perkotaan.
Hasil analisis Kabayan News menilai bahwa keterbukaan akses data atau open source yang dijanjikan di akhir riset berpotensi besar mempercepat perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara global.