Rumah Sakit (RS) Lapangan yang didirikan di Stadion Golo Dukal, Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergerak cepat memberikan pelayanan medis darurat. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, fasilitas kesehatan darurat ini telah melayani enam pasien, yang terdiri dari tiga layanan kesehatan dasar dan tiga pasien yang harus menjalani tindakan operasi akibat gempa.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Sumarjaya memaparkan bahwa tim medis melakukan tindakan operasi terhadap dua pasien pada Kamis (20/8/2026). Salah satu pasien adalah Anjelus Jemarut, seorang warga berusia 66 tahun yang mengalami patah tulang lengan bawah akibat terjangan gempa.
Selain itu, pasien bernama Febronia Patrisia Plate yang berusia 43 tahun turut menjalani operasi pada bagian tungkai kanan. Pasien tersebut juga didiagnosis mengalami trauma pada area perut serta dugaan patah tulang belikat akibat insiden bencana alam tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum tindakan itu dilakukan, RS Lapangan Ruteng juga sukses menggelar operasi perdana sehari sebelumnya terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Anak tersebut mendapatkan tindakan medis berupa pemasangan pen karena mengalami patah tulang paha akibat gempa.
Sebagaimana diberitakan, kehadiran RS Lapangan ini menjadi krusial setelah hasil penilaian risiko menunjukkan adanya rumah sakit permanen yang mengalami kerusakan dan tidak layak pakai. Fasilitas darurat ini dirancang lengkap untuk ruang operasi, instalasi gawat darurat, hingga ruang perawatan pasien.
Kementerian Kesehatan memastikan pengerahan tenaga medis profesional terus diperkuat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis bedah, dokter umum, perawat, serta suplai logistik medis demi pemulihan kesehatan para penyintas gempa NTT secara optimal.