Senyawa ganja atau kanabinoid berpotensi melemahkan efektivitas kemoterapi dan terapi radiasi dalam melawan sel kanker otak jenis glioblastoma. Berdasarkan laporan Cell Death Discovery, eksperimen laboratorium membuktikan bahwa beberapa jenis kanabinoid justru membuat sel tumor ganas tersebut lebih resisten terhadap kematian sel. Pengamatan Kabayan News menunjukkan temuan ini menantang asumsi umum mengenai efek antikanker dari tanaman ganja yang selama ini dipercaya sebagian masyarakat.
Berdasarkan data statistik kesehatan, sekitar satu dari tiga pasien kanker dilaporkan mengonsumsi produk kanabinoid dengan keyakinan zat tersebut memiliki khasiat menyembuhkan. Sebagian besar pasien berasumsi bahwa senyawa fitokanabinoid seperti cannabidiol dan THC mampu memicu kematian sel kanker. Sebagaimana dilaporkan dalam studi tersebut, para peneliti berupaya menguji validitas anggapan ini dengan mengevaluasi enam senyawa kanabinoid berbeda pada beberapa lini sel glioblastoma.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip analisis dari penelitian laboratorium, paparan kanabinoid seperti cannabigerovarin dan cannabidiol terbukti menurunkan kerentanan sel kanker terhadap pengobatan standar. Dari analisis Kabayan News, zat-zat tersebut bekerja dengan cara menekan priming apoptosis mitokondria serta meningkatkan ekspresi protein yang mendukung kelangsungan hidup sel tumor. Peneliti juga mencatat bahwa dosis tinggi CBD menunjukkan toksisitas tinggi terhadap sel progenitor saraf normal manusia.
Meskipun temuan ini memberikan sudut pandang baru mengenai risiko interaksi pengobatan, para ahli menegaskan perlunya penelitian lanjutan in vivo secara mendalam. Hasil studi laboratorium tidak serta-merta menganulir penelitian terdahulu mengenai potensi medis kanabinoid, melainkan menyoroti pentingnya kehati-hatian klinis. Dengan demikian, rekomendasi kesehatan publik terkait penggunaan ganja pada pasien kanker memerlukan evaluasi medis lebih komprehensif.