Pembaruan panduan klinis European Academy of Neurology dan Peripheral Nerve Society atau EAN/PNS untuk diagnosis chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy atau CIDP membawa peningkatan spesifisitas yang signifikan dibandingkan pendahulunya pada tahun 2010, meski riset dalam European Journal of Neurology menunjukkan potensi penurunan sensitivitas pada kategori tertentu.
Berdasarkan analisis Kabayan News, studi perbandingan langsung antara kerangka diagnostik CIDP terbaru dan panduan European Federation of Neurological Societies atau EFNS/PNS 2010 mengungkapkan bahwa ketika kategori kemungkinan CIDP disertakan bersama kategori probable atau definite, tingkat sensitivitas kedua versi tersebut relatif setara di angka 94 persen berbanding 92 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePergeseran parameter klinis ini utamanya dipicu oleh dua perubahan elektrodiagnosis penting, yakni penambahan persyaratan abnormalitas sensorik serta modifikasi kriteria blok konduksi saraf.
Penelitian tersebut melibatkan 339 pasien CIDP serta 339 pasien kontrol dengan kondisi neuropati dimediasi imun lainnya, di mana proses reklasifikasi berdampak pada 26 pasien CIDP atau sekitar 8 persen dan 68 pasien kontrol atau sekitar 20 persen.
Pembatasan studi konduksi saraf hanya pada satu sisi tubuh terbukti berpotensi menghilangkan 77 diagnosis kemungkinan, yang kemudian menurunkan tingkat sensitivitas secara drastis hingga 66 persen untuk temuan suportif lemah atau kuat, serta turun menjadi 32 persen untuk temuan sangat suportif saja.
Para peneliti menyimpulkan bahwa panduan EAN/PNS 2021 jauh lebih spesifik untuk kategori probable atau definite tanpa kategori possible, sehingga penerapan klinis yang cermat sangat diperlukan guna menghindari risiko kesalahan diagnosis.