Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4...
BERITA

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Korban, Termasuk Bayi 18 Bulan

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 30 Juli 2026
Ilustrasi serangan udara Israel di Gaza, korban termasuk anak-anak dan bayi

Ilustrasi serangan udara Israel di Gaza, korban termasuk anak-anak dan bayi

Gaza kembali berduka. Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang bayi berusia 18 bulan dan anak delapan tahun, dalam rentang 24 jam terakhir. Korban tewas dan luka-luka terjadi di beberapa lokasi terpisah di Gaza, dari utara hingga selatan, meski perjanjian gencatan senjata masih resmi berlaku.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan enam jenazah dan 34 luka-luka masuk ke rumah sakit pada Kamis (30/7). Empat di antaranya merupakan kematian baru akibat serangan langsung. Sisanya adalah satu korban luka yang meninggal kemudian dan satu jenazah yang berhasil dievakuasi dari puing-puing bangunan.

Di Kota Khan Younis selatan, serangan drone Israel menghantam perkemahan tenda pengungsi yang menampung warga terdampak blokade. Seorang pria dewasa dan seorang anak berusia delapan tahun tewas dalam insiden itu. Serangan juga melukai puluhan lainnya yang tengah berlindung di lokasi pengungsian.

Serangan terpisah terjadi di Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah. Sebuah rumah dihantam rudal, menewaskan seorang bayi berusia 18 bulan dan melukai delapan orang lainnya. Korban jiwa yang masih balita ini menambah panjang daftar anak-anak tak berdosa yang menjadi korban konflik berkepanjangan.

Di Kota Gaza, seorang pria Palestina yang sedang mengendarai sepeda juga menjadi sasaran serangan. Pria itu tewas di tempat, sementara 10 warga lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut.

Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan suasana mencekam pasca serangan Rabu malam di Kamp Pengungsi Shati, Gaza City. Sebuah gedung dihantam rudal, merusak dua tenda pengungsian di sekitarnya. Sekitar 35 keluarga kini kehilangan tempat berlindung. Mereka sangat ketakutan ketika ledakan dahsyat terjadi semalam, ujar Khoudary.

Serangan terbaru terjadi di tengah perundingan fase kedua gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Kairo. Mediator dari Mesir, Qatar, dan Turkiye berupaya mencari solusi. Namun pembicaraan mandek karena dua isu utama: Israel belum menarik diri dari Gaza dan serangan masih terus berlanjut, sementara Hamas menolak melucuti senjata sesuai tuntutan Israel.

Seorang pejabat Hamas menyatakan akan memberikan respons positif dan baik terhadap usulan baru. Kelompok tersebut juga mengusulkan agar senjata mereka dikelola oleh badan Palestina, bukan diserahkan ke Israel. Selain itu, Hamas meminta perubahan perlindungan hak pegawai pemerintah sesuai hukum Palestina.

Gencatan senjata yang mulai berlaku Oktober 2025 lalu terus dilanggar Israel. Kesepakatan mengizinkan 600 truk bantuan masuk setiap hari, namun kenyataannya akses masih dibatasi. Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas dan 3.000 lainnya luka-luka akibat serangan Israel, tegas Khoudary.

Secara keseluruhan, sejak pecah perang genosida 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 73.341 warga Palestina dan melukai 174.086 orang. Angka ini terus bertambah seiring serangan yang tak kunjung reda, menambah derita 1,2 juta warga yang kehilangan tempat tinggal.

Topics
gaza serangan israel korban sipil gencatan senjata hamas khan younis bureij palestina konflik timur tengah al jazeera
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.