Serangan rudal balistik Houthi menghantam pelabuhan Mocha di Yaman pada Jumat (14/8) dan mengakibatkan sedikitnya empat warga sipil tewas. Otoritas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melaporkan bahwa kelompok tersebut meluncurkan enam rudal ke arah fasilitas sipil serta aset nasional di wilayah pesisir Laut Merah itu.
Berdasarkan laporan awal, serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga menyebabkan beberapa kapal nelayan terbakar hebat di pelabuhan. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi permusuhan antara kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut dengan pihak lawan dukungan Arab Saudi.
Dari analisis Kabayan News, serangan ini memperlihatkan potensi kembalinya konflik berskala besar di Yaman. Ketegangan regional kini mencapai titik didih menyusul perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, di mana Houthi tampil sebagai salah satu lini depan perlawanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Houthi mengklaim serangan mereka menyasar infrastruktur militer, gudang senjata, serta kapal perang lawan di Mocha. Selain di Mocha, kantor berita Houthi, SABA, mengabarkan bahwa kelompok tersebut juga meluncurkan drone ke fasilitas Aramco di kota Najran, Arab Saudi, sebagai respons atas pelanggaran wilayah udara di Saada.
Sebagaimana dilaporkan, upaya menciptakan perdamaian abadi di Yaman saat ini kembali menemui jalan buntu. Meskipun pertempuran besar sempat mereda berkat gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022, eskalasi terbaru menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di negara tersebut.