Situs sejarah kuno Sebastia di Tepi Barat yang diduduki kini menjadi pusat ketegangan baru setelah otoritas Israel mengambil alih ratusan hektare lahan milik warga Palestina.
Berdasarkan laporan penyelidikan media internasional, pencaplokan tanah tersebut dilakukan dengan dalih melindungi serta mengembangkan kawasan arkeologi berharga tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan redaksi Kabayan News, langkah kontroversial ini memicu kecaman luas karena warga lokal terancam kehilangan sumber penghidupan serta akses turun-temurun ke tanah pertanian mereka.
Sebagaimana dilaporkan oleh badan kebudayaan PBB UNESCO, situs Sebastia bahkan telah resmi dimasukkan ke dalam daftar warisan dunia yang berada dalam ancaman nyata.
Mengutip keterangan aktivis Emek Shaveh Alon Arad, kebijakan sepihak tersebut membuktikan bahwa warisan sejarah telah disalahgunakan sebagai alat politik untuk merombak batas wilayah.
Dari analisis awak media Kabayan News, ketegangan ini dikhawatirkan semakin memperkeruh konflik agraria di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam beberapa waktu ke depan.