Skrining HPV gratis kini dapat diakses masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis di seluruh puskesmas Indonesia untuk mendeteksi dini ancaman kanker serviks. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan ini sangat penting bagi setiap perempuan yang sudah aktif secara seksual.
Budi menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kasus tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Ia juga meluruskan anggapan keliru di tengah masyarakat bahwa perempuan setia pada satu pasangan otomatis terbebas dari risiko penularan virus Human Papillomavirus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Banyak perempuan berpikir, kalau sudah setia sama satu pasangan berarti aman dari kanker," ujar Budi dalam keterangannya pada Senin (10/8/2026). Ia menambahkan bahwa pria berpotensi menjadi pembawa atau carrier virus HPV dan menularkannya lewat hubungan seksual.
"Wajib hukumnya bagi semua perempuan yang sudah berhubungan seksual untuk dilakukan screening HPV. Belum menikah maupun sudah menikah, 15 tahun pun wajib screening HPV," tegas Budi. Dari analisis Kabayan News, pemerintah berupaya menekan angka penyebaran penyakit ini lewat fasilitas pemeriksaan tanpa biaya.
"Daripada bayar satu juta ke rumah sakit, sekarang puskesmas di seluruh Indonesia, program CKG-nya memberikan screening HPV DNA gratis," ungkap Budi. Masyarakat cukup mendatangi puskesmas terdekat lima hari sesudah menstruasi setelah mendaftarkan diri pada program pemeriksaan kesehatan tersebut.