Sopir sewa pribadi di Bristol harus menerima kenyataan pahit berupa penolakan perpanjangan izin mengemudi akibat terlibat praktik transportasi ilegal. Komite Keselamatan Publik dan Perlindungan Dewan Kota Bristol memutuskan bahwa pengemudi berinisial HHH tersebut tidak lagi memenuhi kualifikasi sebagai pemegang lisensi resmi.
Peristiwa bermula ketika seorang petugas kepolisian berpakaian preman, PC Pires, melakukan operasi penyamaran di kawasan Stokes Croft pada dini hari Minggu, 28 Desember 2025. Berdasarkan laporan persidangan dewan, petugas tersebut menanyakan ketersediaan tumpangan dan menawarkan tarif tunai sebesar 30 poundsterling menuju Stasiun Bristol Temple Meads.
Pengemudi tersebut langsung menyetujui perjalanan tanpa pemesanan resmi dan menerima tiga lembar uang kertas sepuluh poundsterling bertanda khusus. Penangkapan terjadi tidak lama kemudian setelah PC Pires berkoordinasi dengan rekan sesama polisi, PC Quinton, untuk menghentikan kendaraan di kawasan Bond Street.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSaat diinterogasi di lokasi kejadian, pengemudi sempat berkelit dengan menyebut petugas sebagai temannya serta membantah telah menerima uang tarif perjalanan. Namun penggeledahan badan menemukan tiga lembar uang bertanda khusus tersebut tersimpan rapi di dalam saku jaket bagian dalam miliknya.
Dalam pembelaannya di hadapan komite dewan, pengemudi berdalih bahwa dirinya hanya berniat menolong seseorang mengaku butuh bantuan mendesak. Kendati demikian, keterangan yang berubah-ubah membuat dewan menolak argumen tersebut dan menilai tindakan angkutan ilegal membahayakan keselamatan serta merugikan pengemudi resmi.