Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Studi Baru, Trombosit Dingin Mampu...
BERITA

Studi Baru, Trombosit Dingin Mampu Bertahan Hingga Tiga Pekan

By Redaksi Kabayan News 2 min read 19 Agustus 2026
Trombosit yang didinginkan mampu memperpanjang masa simpan darah untuk kebutuhan medis

Trombosit yang didinginkan mampu memperpanjang masa simpan darah untuk kebutuhan medis

Trombosit yang didinginkan mampu bertahan dan efektif digunakan selama tiga pekan, sebuah temuan baru yang berpotensi meningkatkan ketersediaan suplai darah bagi pasien yang mengalami pendarahan. Selama ini, standar medis menetapkan trombosit disimpan pada suhu ruang dengan masa simpan terbatas hanya lima sampai tujuh hari.

Dalam studi yang melibatkan 1.000 pasien anak dan dewasa yang menjalani operasi jantung di 27 rumah sakit di Amerika Serikat dan Australia, peneliti membandingkan penggunaan trombosit suhu ruang dengan trombosit yang didinginkan. Hasil riset yang diterbitkan dalam jurnal JAMA menunjukkan bahwa performa kedua jenis trombosit tersebut setara dalam menangani pendarahan.

"Temuan ini akan meningkatkan ketersediaan trombosit secara dramatis sekaligus mengurangi limbah, memungkinkan rumah sakit di luar kota besar memiliki stok produk darah penyelamat jiwa ini bagi pasien," ujar pemimpin studi, Dr. Philip Spinella dari University of Pittsburgh.

Data menunjukkan bahwa setiap tahun, jutaan unit trombosit yang dikumpulkan di Amerika Serikat sering terbuang sia-sia karena masa simpannya yang sangat pendek. Saat ini, hasil penelitian tersebut sedang dalam tahap peninjauan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat serta regulator di berbagai negara lainnya untuk implementasi standar baru.

Risiko Kanker Tinggi pada Awak Kabin Pesawat

Selain penemuan medis, studi terpisah yang dirilis di JAMA Internal Medicine mengungkapkan fakta mengenai tingginya risiko kematian akibat kanker terkait radiasi pada awak kabin dan pilot. Hasil riset ini mencakup analisis data 14.000 pilot dan 7.000 awak kabin dalam kurun waktu 2020 hingga 2024.

Penelitian tersebut menemukan sekitar 6,9 persen kematian di antara awak kabin dan 6,7 persen di antara pilot disebabkan oleh kanker yang berkaitan dengan radiasi kosmik. Tingkat kematian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga teknisi kedokteran nuklir yang terpapar radiasi secara rutin.

Awak pesawat diperkirakan terpapar radiasi kosmik sebesar 3 hingga 6 milisievert per tahun, angka yang jauh melampaui 0,4 milisievert yang diterima penumpang dengan 10 kali penerbangan lintas negara. Meski Federal Aviation Administration mengakui adanya paparan ionisasi, belum ada aturan batas dosis atau monitoring wajib bagi kru pesawat di Amerika Serikat.

Para ahli menyarankan perlunya perhatian khusus dari regulator, maskapai, dan pihak klinis terhadap kesehatan para pekerja yang menghabiskan waktu di ketinggian. Dokter diharapkan memiliki kewaspadaan lebih saat melakukan pemeriksaan kesehatan pada pilot atau awak kabin terkait kemungkinan gejala kanker.

Topics
trombosit kesehatan transfusi darah radiasi penerbangan penelitian medis jama
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.