Studi terbaru mengungkapkan penuaan mikroplastik di tanah ternyata memberikan dampak sangat terbatas terhadap interaksi kontaminan organik di lingkungan pertanian.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, para peneliti sebelumnya menduga paparan sinar matahari serta perubahan suhu akan membuat mikroplastik semakin mudah menyerap polutan berbahaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, temuan dalam jurnal Soil and Environmental Health mematahkan asumsi tersebut setelah menguji interaksi mikroplastik polietilena dengan puluhan kontaminan organik.
Mengutip laporan resmi, sekitar 90 persen zat tercemar yang diuji menunjukkan perubahan pengaruh sangat minim, bahkan sebagian besar polutan mudah terlepas kembali dari permukaan plastik.
"Temuan kami menantang asumsi umum bahwa penuaan secara dramatis meningkatkan risiko lingkungan yang ditimbulkan oleh mikroplastik polietilen," ujar Dr. Evyatar Ben Mordechay dari Universitas Ibrani.
Menurut analisis Kabayan News, komponen tanah alami seperti kandungan bahan organik serta lempung memegang peran jauh lebih dominan dibanding mikroplastik dalam menentukan pergerakan bahan kimia.
"Di tanah pertanian, komponen tanah alami tetap jauh lebih penting daripada mikroplastik itu sendiri dalam menentukan ke mana bahan kimia ini berakhir," tambah Evyatar.
Meskipun mikroplastik tetap menjadi ancaman ekologis, para peneliti menegaskan risiko terbesar tidak berasal dari penyerapan polutan oleh partikel plastik tersebut.