Suhu panas ekstrem melanda wilayah Seoul dan sekitarnya, dengan catatan merkuri termometer menyentuh angka 39,5 derajat Celsius pada Kamis lalu. Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, gelombang panas ini telah menewaskan sedikitnya 21 orang di seluruh penjuru Korea Selatan setelah malam hari pun suhu udara jarang turun di bawah 30 derajat Celsius.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan situasi darurat dalam rapat penanganan krisis. "Kondisi panas ekstrem yang belum pernah kita alami sebelumnya terus berlanjut hari demi hari dan telah menjadi kenyataan kita," ujarnya di hadapan para pejabat terkait.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah merespons situasi krisis ini dengan menginstruksikan seluruh kementerian serta pemerintah daerah untuk mengerahkan sumber daya maksimal. Penghentian proyek konstruksi luar ruangan serta penundaan pertandingan bisbol profesional Korea juga terpaksa dilakukan demi keselamatan warga.
Dari analisis awak media Kabayan News, fenomena cuaca ekstrem ini diperparah oleh kehadiran Typhoon Dolphin yang memicu angin timur menuruni pegunungan semenanjung. Efek foehn tersebut membuat udara menjadi sangat kering dan panas saat mencapai wilayah barat seperti Seoul.
Dampak gelombang panas mengubah total aktivitas harian masyarakat perkotaan. Pusat perbelanjaan ber-AC disesaki warga pencari sejuk, sementara layanan pengantaran makanan instan, es krim, dan minuman dingin melonjak drastis karena warga memilih berdiam di rumah.