Langkah Cristian Chivu membawa Inter Milan meraih Scudetto ke-21 serta mengawinkan gelar domestik pada musim 2025/26 dipuji banyak pihak. Kendati demikian, mempertahankan takhta Serie A diakui bakal menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi pelatih muda tersebut, mengingat belum ada tim yang sanggup mempertahankan gelar juara dalam hampir satu dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut analisis awak media, tantangan terbesar Nerazzurri terletak pada perombakan skuad yang tergolong masif jelang bergulirnya musim baru. Kehilangan keperkasaan di lini belakang menjadi ancaman nyata setelah tiga bek veteran, yakni Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij, resmi berpisah dengan status bebas transfer.
Sebagaimana dilaporkan oleh media setempat, lini pertahanan Inter juga terancam semakin keropos menyusul kabar ketertarikan Real Madrid dan Al-Hilal terhadap Alessandro Bastoni. Di posisi sayap kanan, kepergian Denzel Dumfries ke Real Madrid meninggalkan lubang besar yang belum berhasil ditutupi usai kegagalan merekrut Marco Palestra dan Anan Khalaili.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, manajemen yang dipimpin Beppe Marotta kini bergerak cepat mencari amunisi baru untuk menjaga kedalaman tim. Langkah positif sudah dimulai dengan memulangkan gelandang muda berbakat Aleksandar Stankovic dari Club Brugge dengan nilai transfer mencapai 23 juta euro.
Meskipun musim lalu Inter tampil sangat dominan dengan mencetak 89 gol dan unggul 11 poin atas Napoli, persaingan musim depan diprediksi akan jauh lebih sengit. Bangkitnya Milan yang gencar berbenah serta ancaman AS Roma di bawah asuhan Gian Piero Gasperini dipastikan bakal menyulitkan ambisi Chivu untuk membangun dinasti baru di San Siro.