Warga Madrid tengah diresahkan oleh maraknya aksi penipuan telepon yang mencatut identitas resmi otoritas keamanan setempat. Sebagaimana diwartakan oleh media Spanyol, 20minutos, pelaku menggunakan teknik canggih yang dikenal sebagai "spoofing" untuk memanipulasi tampilan nomor telepon di layar ponsel korban agar tampak seperti nomor resmi Guardia Civil de Madrid.
Berdasarkan laporan kepolisian, para pelaku melakukan aksi yang disebut "call vishing". Dalam menjalankan aksinya, mereka berpura-pura menjadi agen penegak hukum dan menghubungi warga dengan nada bicara yang mendesak serta otoriter. Mereka menakut-nakuti korban dengan narasi bahwa korban sedang terjerat kasus penipuan keuangan atau memiliki kredit yang belum dibayar.
Intimidasi yang dilakukan cukup ekstrem, di mana pelaku mengancam akan melakukan penahanan atau memblokir rekening bank korban secara langsung jika tidak segera memberikan data pribadi. "Pelaku menekan secara psikologis agar korban mau menuruti instruksi mereka saat itu juga," demikian kutipan keterangan dari pihak kepolisian setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah korban merasa terintimidasi, pelaku biasanya mengarahkan percakapan ke WhatsApp untuk memberikan bantuan palsu. Mereka meminta korban mengunduh aplikasi kendali jarak jauh. Dengan aplikasi tersebut, penipu dapat mengakses perangkat seluler korban, termasuk aplikasi perbankan, dan melakukan pengurasan dana.
Menanggapi situasi ini, pihak Guardia Civil mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa institusi publik tidak akan pernah meminta data pribadi atau informasi perbankan sensitif melalui panggilan telepon masuk. Jika menerima panggilan serupa, warga disarankan untuk segera memutuskan sambungan telepon dan melakukan verifikasi langsung ke kantor polisi atau bank terkait.