Ketertarikan perusahaan minyak asing terhadap potensi energi di wilayah Foz do Amazonas, Brasil, kian memanas. Langkah strategis ini diambil setelah Petrobras sukses mengidentifikasi keberadaan hidrokarbon di sumur eksplorasi Morpho, yang terletak di blok FZA-M-59, bagian dari Margem Equatorial.
Berdasarkan laporan yang diwartakan oleh CNN Brasil, perusahaan migas asal China, CNOOC Petroleum Brasil, baru saja melayangkan permohonan resmi kepada Ibama (Institut Brasil untuk Lingkungan dan Sumber Daya Alam Terbarukan). Melalui presiden perusahaan, Yehua Huang, CNOOC meminta akses penuh terhadap seluruh proses administratif terkait wilayah tersebut.
Dalam dokumen permohonan yang diajukan pada Rabu (19/8), CNOOC secara spesifik meminta "vista do documento/processo" atau tinjauan dokumen dan salinan lengkap dari proses nomor 02001.035748/2025-13 melalui Sistem Informasi Elektronik (SEI) milik pemerintah Brasil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski CNOOC belum secara terbuka menyatakan rencana investasi atau niat untuk mengakuisisi saham di blok FZA-M-59, langkah ini dinilai sebagai upaya serius perusahaan untuk memetakan potensi di wilayah yang tengah menjadi sorotan industri energi dunia tersebut.
Penemuan hidrokarbon oleh Petrobras di sumur Morpho diumumkan pada 14 Agustus lalu, hanya lima hari sebelum CNOOC mengajukan akses data. Lokasi sumur ini berada sekitar 175 kilometer dari lepas pantai Amapá dengan kedalaman air mencapai 2.886 meter. Petrobras sendiri saat ini masih melanjutkan pengeboran untuk mendapatkan data lebih lanjut.
Penting untuk dicatat bahwa keberadaan hidrokarbon belum menjamin adanya cadangan yang layak secara komersial. Evaluasi lanjutan masih sangat diperlukan untuk menentukan karakteristik dan nilai ekonomi dari penemuan ini. Namun, para ahli menilai hasil awal ini memperkuat tesis geologis mengenai potensi besar Margem Equatorial sebagai batas eksplorasi baru.
Industri minyak dunia kini tengah memantau ketat langkah para raksasa migas di wilayah ini. Sebagaimana diketahui, CNOOC memang sedang gencar memperluas portofolionya di Brasil, termasuk keterlibatan mereka dalam proyek besar di lapangan Mero di area pra-garam (pre-salt) dan blok Ametista yang dikerjakan bersama Sinopec.
Pemerintah Brasil melalui ANP juga menunjukkan dukungan besar dengan estimasi investasi eksplorasi di Margem Equatorial mencapai US$ 196 juta pada tahun 2026. Dengan adanya minat dari pemain besar seperti CNOOC, BP, dan Chevron, masa depan eksplorasi minyak di lepas pantai Brasil diprediksi akan menjadi salah satu medan pertempuran bisnis paling sengit dalam beberapa tahun ke depan.