Oman dan Jepang menekankan urgensi penyelesaian politik serta langkah diplomasi guna meredakan ketegangan regional dalam konferensi pers bersama di Muscat pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad al Busaidi dan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu.
"Hubungan bilateral Oman dan Jepang dibangun di atas dasar saling menghormati, kepercayaan, serta komitmen bersama terhadap perdamaian dan stabilitas," ujar Sayyid Badr dalam keterangannya yang mencatat bahwa kedua negara akan merayakan 55 tahun hubungan diplomatik pada tahun depan.
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu pilar utama kemitraan kedua negara, dengan meningkatnya keterlibatan perusahaan Jepang di Oman pada sektor energi terbarukan, teknologi rendah karbon, logistik, dan infrastruktur. Kedua pihak juga membahas perkembangan negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Jepang dan negara-negara GCC.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain isu ekonomi, kedua menteri fokus membahas keamanan maritim global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi dunia. Oman dan Jepang berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi internasional demi menjamin kelancaran arus navigasi sesuai hukum internasional.
Penguatan Kerja Sama Energi Bersih dan Ekonomi
Motegi Toshimitsu menyatakan apresiasi atas dukungan konsisten Oman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, sekaligus mengumumkan rencana Jepang mengembangkan kerja sama ekonomi komprehensif. Jepang saat ini berfokus memperkuat ketahanan energi dan pasokan gas alam cair atau LNG dari Oman.
"Situasi di sekitar Iran telah mencapai tahap yang sangat krusial, dan kami mengantisipasi diskusi terbuka untuk menurunkan eskalasi secepat mungkin," ungkap Motegi seraya menegaskan koordinasi erat dengan Oman dalam menjaga keamanan navigasi.
Kerja sama bilateral kini juga merambah ke sektor-sektor baru yang ramah lingkungan, termasuk proyek desalinasi air, produksi baja berkelanjutan, pengembangan hidrogen, serta amonia bersih. Inisiatif ini mencerminkan transformasi kemitraan strategis yang melampaui sektor energi konvensional.
Kedua negara sepakat untuk terus memperluas pertukaran budaya, pariwisata, serta bidang pertahanan dan pendidikan guna mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade antara Muscat dan Tokyo.