Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Subsidi BBM Dipangkas 58,5 Persen,...
EKONOMI

Subsidi BBM Dipangkas 58,5 Persen, Pertalite Dibatasi untuk Orang Kaya

By Bambang Prasetyo 2 min read 20 Agustus 2026
Pemerintah batasi pembelian Pertalite bagi warga mampu akibat pemangkasan subsidi BBM

Pemerintah batasi pembelian Pertalite bagi warga mampu akibat pemangkasan subsidi BBM

Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengendalikan anggaran energi dengan membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis Pertalite. Kebijakan ini secara khusus akan menyasar masyarakat dari kelompok desil 9 hingga 10, yakni 20 persen penduduk teratas yang dikategorikan sebagai golongan mampu.

Sebagaimana diwartakan dalam paparan pemerintah pada konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kementerian Keuangan, kuota BBM tertentu bersubsidi pada tahun 2027 dipatok sebesar 20,09 juta kiloliter. Angka tersebut mengalami penurunan drastis dibanding kuota tahun 2026 yang mencapai 48,43 juta kiloliter.

Penurunan kuota ini mencakup pemangkasan hingga 28,34 juta kiloliter atau setara dengan 58,5 persen. Selain itu, pemerintah juga menetapkan asumsi ICP atau harga minyak mentah Indonesia sebesar 75 dolar AS per barel untuk tahun 2027, yang berada di bawah harga pasar saat ini.

Plt Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian subsidi energi secara menyeluruh. "Berdasarkan pertemuan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan disebutkan bahwa akan melakukan beberapa hal terkait dengan pengendalian subsidi, termasuk salah satunya yang Pertalite," ungkap Ferry.

Kebijakan pengetatan ini menjadi sorotan karena bersentuhan langsung dengan mobilitas dan biaya hidup sehari-hari masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa penyesuaian aturan ini akan terus dikaji secara cermat agar tidak memberikan dampak buruk terhadap daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Topics
subsidi bbm pertalite kementerian keuangan ekonomi indonesia energi kebijakan pemerintah
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.