Nilai tukar dolar AS merosot tajam setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam dua minggu terakhir dan menandai reaksi pasar yang kuat terhadap sikap bank sentral yang cenderung dovish.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bloomberg Dollar Spot Index mencatat penurunan sekitar 0,3% pada Rabu waktu setempat, menjadi penurunan tercuram sejak 15 Juli lalu. Para pedagang mulai mengurangi taruhan bahwa The Fed akan menaikkan biaya pinjaman pada pertemuan berikutnya di bulan September, menyusul keputusan yang mempertahankan suku bunga untuk kali ini.
Pelemahan greenback semakin meluas setelah Gubernur The Fed Kevin Warsh menyatakan dalam konferensi pers bahwa para pejabat sedang mengamati peningkatan imbal hasil obligasi negara (Treasury). Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun bahkan melonjak ke level tertinggi sejak 2007, yang mengindikasikan bahwa investor telah mengambil alih sebagian tugas bank sentral dalam mengerem inflasi.
Yusuke Miyairi, ahli strategi mata uang di Nomura London, menilai pernyataan Warsh menjadi katalis utama pelemahan dolar. "Warsh secara tersirat menyebutkan kenaikan imbal hasil Treasury sejak pertemuan terakhir sebagai pengganti kenaikan suku bunga, yang kemungkinan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di pasar dan menekan mata uang dolar," jelasnya.
Penurunan dolar AS kali ini juga menjadi yang terbesar dalam dua tahun setelah keputusan The Fed menahan suku bunga. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana pasar merespons setiap sinyal dari bank sentral, terutama ketika terjadi perpecahan dalam FOMC dengan tiga anggota yang justru mendorong kenaikan suku bunga.
Para analis memperkirakan volatilitas dolar AS masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Pasar kini menantikan data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat berikutnya untuk menilai apakah The Fed benar-benar akan kembali menaikkan suku bunga atau justru mempertahankan sikap tunggu di sisa tahun ini.