PT Bank Ina Perdana Tbk atau BINA mengambil langkah strategis untuk memperkuat penetrasi bisnis di segmen wealth management. Langkah ekspansif ini diwujudkan melalui kemitraan strategis bersama PT Setiabudi Investment Management untuk memperluas kanal distribusi produk investasi perseroan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kolaborasi tersebut membuka akses yang lebih luas bagi nasabah Bank INA terhadap berbagai produk reksa dana pilihan. Sinergi ini sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap instrumen pengelolaan aset yang dikelola secara profesional di tengah dinamika pasar keuangan.
Wakil Direktur Utama Bank INA Yulius Purnama Junaedi menjelaskan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari transformasi perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan yang komprehensif. Upaya ini juga ditujukan untuk memperkuat daya saing perseroan di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif.
"Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan terus berkembang. Nasabah kini tidak hanya membutuhkan tempat menyimpan dana, tetapi juga solusi pengelolaan aset yang adaptif. Melalui kerja sama dengan Setiabudi Investment Management, kami menghadirkan pilihan instrumen reksa dana yang mudah diakses, terjangkau, dan berpotensi memberikan hasil investasi yang optimal," ujar Yulius.
Ia menambahkan, langkah ekspansi ini mempertegas komitmen Bank INA dalam menjadi mitra finansial jangka panjang bagi para nasabahnya. Dengan variasi produk investasi yang tersedia, nasabah diharapkan dapat lebih mudah melakukan diversifikasi aset demi memperkuat perencanaan keuangan.
Sementara itu, Direktur Utama Setiabudi Investment Management Marto Sutiono menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi ini akan memperluas jangkauan produk reksa dana sekaligus mendongkrak literasi investasi masyarakat lewat jaringan distribusi perbankan yang dimiliki Bank INA.
"Kami berkomitmen mendukung pengembangan portofolio nasabah Bank INA melalui produk investasi yang dirancang agar tangguh menghadapi inflasi maupun fluktuasi pasar. Beragam produk unggulan kami diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang mampu mengoptimalkan nilai aset nasabah secara berkelanjutan," ungkap Marto.
Selain meresmikan kerja sama, Bank INA turut menggelar forum BINA Insight guna menggenjot edukasi pasar kepada nasabah. Acara ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai prospek ekonomi makro, peluang investasi reksa dana, aset kripto, hingga emas digital yang melibatkan sejumlah pelaku industri terkemuka.
Melalui penguatan ekosistem wealth management serta perluasan kolaborasi lintas industri, Bank INA optimistis dapat meningkatkan penetrasi pada segmen nasabah ritel dan affluent. Langkah ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan bisnis yang ditopang oleh peningkatan fee based income di masa mendatang.