Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada akhir pekan ini diproyeksikan masih berada di bawah bayang-bayang pelemahan. Meski sempat mencatat penguatan signifikan pada sesi sebelumnya, para pelaku pasar tetap harus mewaspadai potensi fase koreksi lanjutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan bahwa pergerakan indeks saham masih berada dalam fase koreksi wajar, kendati peluang penguatan dalam jangka pendek tetap terbuka lebar bagi para investor. "Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 5.970-6.029, sementara jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.172-6.219," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Lebih lanjut, Herditya memproyeksikan rentang support berada di level 6.007 dan 5.839, serta level resistance di angka 6.266 dan 6.377. Dalam riset yang sama, ia turut membagikan sejumlah rekomendasi saham pilihan bagi para investor, di antaranya AADI, BBRI, DEWA, dan TINS.
Pandangan yang tidak jauh berbeda disampaikan oleh Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Menurutnya, indeks saham masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, namun ruang kenaikan tersebut dinilai cukup terbatas selama belum mampu melewati level psikologis tertentu.
"Jika mampu menembus resistance minor di level 6.199, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan untuk mengisi gap di area 6.268-6.306, namun selama masih berada di bawah level 6.400, penguatan diperkirakan terbatas dan berpotensi kembali diikuti koreksi," ungkap Ivan.
Ivan memetakan level support harian berada di angka 6.020, 5.887, dan 5.752. Sementara itu, untuk level resistance berada di rentang 6.199 hingga 6.835, dengan deretan saham pilihan seperti AMRT, BBNI, BRPT, dan BUMI yang direkomendasikan untuk dicermati.
Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat di level 6.186 pada perdagangan Kamis sore. Indeks mencatatkan lonjakan sebesar 94,97 poin atau melesat 1,56 persen dibandingkan hari sebelumnya, dengan aktivitas transaksi yang cukup ramai di lantai bursa.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor mencapai Rp12,68 triliun dengan total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 26,81 miliar lembar saham. Sentimen positif sempat mendominasi dengan 495 saham menguat, 158 saham terkoreksi, dan 136 saham stagnan.
Kendati berbagai proyeksi dan rekomendasi telah disampaikan oleh para analis, keputusan dalam melakukan transaksi jual maupun beli aset tetap berada sepenuhnya di tangan para investor dengan memperhatikan profil risiko masing-masing.