Jakarta - Harga emas dunia kembali meroket pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026). Penguatan ini menandai tren positif emas yang berhasil naik selama dua hari berturut-turut di pasar global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan spot, harga logam mulia ini ditutup pada level US$ 4.103,4 per troy ons. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,92 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Pencapaian tersebut menjadi level harga emas tertinggi sejak 22 Juli 2026. Jika diakumulasikan, harga komoditas tambang ini telah terangkat lebih dari 2 persen dalam kurun waktu dua hari perdagangan terakhir.
Faktor utama pendorong kenaikan harga emas adalah merosotnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan mata uang "greenback" ini membuat emas yang dibanderol dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi investor pengguna mata uang lain.
Pada saat yang sama, Dollar Index yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia terkoreksi 0,82 persen ke posisi 100,06. Penurunan indeks ini mencatatkan pelemahan selama dua hari beruntun.