Kabar besar datang dari industri gim global. Raksasa penerbit game ternama, Electronic Arts, mengumumkan bahwa mereka bersiap merampungkan rencana transaksi privatisasi raksasa senilai USD 55 miliar atau setara dengan kisaran Rp890 triliun pada pekan depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan kepada pihak SEC pada hari Kamis, pihak manajemen menyatakan bahwa seluruh lampu hijau dari regulator yang diperlukan untuk merampungkan proses merger ini telah resmi dikantongi per 30 Juli 2026.
Manajemen Electronic Arts menargetkan proses penggabungan usaha ini akan resmi ditutup bertepatan dengan penutupan bursa perdagangan saham pada 4 Agustus 2026 mendatang, dengan catatan seluruh syarat penutupan yang berlaku dapat terpenuhi dengan baik.
Langkah strategis ini berakar dari pengumuman yang dibuat pada bulan September tahun lalu, di mana perusahaan yang sebelumnya melantai di bursa saham publik tersebut sepakat untuk dibeli oleh konsorsium ekuitas swasta.
Konsorsium tersebut terdiri dari Public Investment Fund milik Arab Saudi, perusahaan investasi Silver Lake, serta Affinity Partners yang dipimpin oleh Jared Kushner dalam transaksi tunai penuh bernilai fantastis.
Meski target awal penyelesaian transaksi ini sempat dipatok pada akhir Juni lalu, prosesnya sempat mengalami sedikit penundaan akibat panjangnya birokrasi dan peninjauan perizinan regulasi dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah proses akuisisi ini rampung sepenuhnya, Electronic Arts dipastikan akan tetap mempertahankan kantor pusat operasionalnya di Redwood City, California, serta terus dipimpin oleh Andrew Wilson selaku Chief Executive Officer.
Perusahaan sendiri tengah berada dalam tren positif menyusul kesuksesan besar peluncuran gim "Battlefield 6" pada bulan Oktober tahun lalu, yang sukses dinobatkan sebagai salah satu judul terlaris sepanjang tahun 2025.
Selain "Battlefield 6", portofolio kekayaan intelektual EA mencakup berbagai waralaba populer dunia seperti "The Sims", "EA Sports FC", "Apex Legends", "Madden NFL", hingga "Need for Speed" yang memiliki basis penggemar masif.