KapitalisasipasarBitcoindiproyeksikankembalimenyentuhlevelUS2,5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Skenario tersebut dinilai dapat tercapai apabila aset kripto terbesar di dunia itu mampu mempertahankan laju pertumbuhan tahunan di kisaran 25 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Seorang analis sekaligus kolumnis The Motley Fool, Dominic Basulto, mengungkapkan bahwa target tersebut jauh lebih realistis jika dibandingkan dengan proyeksi sejumlah pihak yang mengklaim harga satu Bitcoin akan meroket hingga US1jutadalamwaktudekat.
BerdasarkanproyeksiyangdisiarkanmelaluiYahooFinance,BasultomemperkirakanBitcoinberpeluan126 ribu dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Perhitungan itu didasarkan pada asumsi peredaran sekitar 20 juta keping Bitcoin di pasar.
Ia menilai bahwa fase pergerakan Bitcoin saat ini telah mengalami pergeseran signifikan jika dibandingkan dengan era awal kemunculannya. Bitcoin kini tidak lagi menyimpan potensi lonjakan harga yang terlampau liar seperti pada 2013 silam.
Memasuki fase yang jauh lebih matang, arus dana dari para investor institusi kini mendominasi pasar kripto. Dinamika ini membuat karakteristik pergerakan harga Bitcoin perlahan mulai menyerupai saham teknologi berkapitalisasi besar.
"Bitcoin, seperti aset kripto lainnya, akan tetap volatil. Namun, pergerakannya tidak akan seagresif sebelumnya dan akan semakin menyerupai saham teknologi dengan beta tinggi," ujar Basulto dalam pandangannya.
Melalui asumsi harga awal di kisaran US65ribusertatingkatpertumbuhanmajemuktahunanataucompoundannualgrowthratesebesar25persen,hargaasetdigitaltersebutdiy126 ribu dalam tiga tahun.
Kendati demikian, para pelaku pasar tetap diingatkan bahwa angka CAGR tersebut merupakan rata-rata kalkulasi jangka panjang, bukan jaminan kenaikan yang konstan setiap tahunnya. Perjalanan harga Bitcoin dipastikan masih akan diwarnai oleh gelombang fluktuasi yang tajam.
Meskipun target kapitalisasi pasar US$2,5 triliun terkesan konservatif bagi sebagian kalangan spekulan, tingkat imbal hasil tersebut dinilai masih sangat menarik dan sebanding dengan risiko yang melekat pada instrumen aset kripto.