Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Futures AS Kompak Menguat, Investor...
EKONOMI

Futures AS Kompak Menguat, Investor Tunggu Data Inflasi PCE Juni

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 30 Juli 2026
Grafik pergerakan indeks futures Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq di layar monitor

Grafik pergerakan indeks futures Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq di layar monitor

Indeks berjangka AS mencatatkan rebound pada perdagangan Kamis pagi setelah aksi jual besar-besaran yang dipicu oleh pernyataan The Fed sehari sebelumnya. Pemulihan ini sejalan dengan sentimen positif dari pasar Asia dan sejumlah rilis laporan keuangan emiten teknologi yang dinanti pelaku pasar.

Futures pada Dow Jones Industrial Average (YM=F) tercatat menguat 0,2%, sementara kontrak S&P 500 (ES=F) naik 0,4%. Adapun kontrak untuk Nasdaq-100 (NQ=F) melonjak 0,7%, setelah indeks tersebut secara resmi memasuki zona koreksi pada perdagangan Rabu yang didominasi pelemahan saham-saham semikonduktor.

Nasib saham Meta (META) dan Microsoft (MSFT) bergerak berseberangan setelah kedua raksasa teknologi dari kelompok "Magnificent Seven" merilis laporan keuangan. Saham Meta ambles lebih dari 9% pada perdagangan pra-pasar, memperpanjang rekor tren negatifnya, menyusul pendapatan yang di bawah ekspektasi dan kekhawatiran kemampuan perusahaan merealisasikan investasi besar di bidang kecerdasan buatan.

Sebaliknya, saham Microsoft justru melonjak hampir 9% setelah divisi cloud Azure-nya berhasil mencatatkan pendapatan menembus 100 miliar dolar AS untuk pertama kalinya. Pencapaian ini menjadi momentum positif bagi raksasa teknologi yang dipimpin Satya Nadella di tengah persaingan ketat bisnis komputasi awan.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Amazon (AMZN) dan Apple (AAPL) yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah bursa tutup. Fokus investor pada Amazon adalah belanja modal dan kinerja cloud, sementara untuk Apple sorotan tertuju pada margin di tengah kenaikan harga chip memori.

Pelaku pasar masih mencerna keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga, sementara imbal hasil obligasi 30 tahun AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade, mendekati 5,24%. Serangan AS terhadap belasan target di Iran semalam juga menambah ketegangan geopolitik yang berpotensi memicu lonjakan inflasi global.

Data inflasi terbaru berupa Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Juni akan dirilis Kamis ini dan menjadi fokus utama investor. Selain itu, laporan klaim pengangguran berkelanjutan serta pembacaan produk domestik bruto kuartal II juga akan melengkapi kalender ekonomi yang padat hari ini.

Topics
futures as dow jones s&p 500 nasdaq inflasi pce the fed meta microsoft pasar saham as obligasi as
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.