JAKARTA−PasarkriptolangsungbereaksipositifsetelahTheFederalReserve(TheFed)mengumumkankeputusansukubungapadaRabu(29/7/2026)waktusetempat.HargaBitcoin(BTC)melonjakdarilevelUS 63.700 ke US64.700hanyadalam15menitpertamausaipengumuman,menandakansentimenrisk−ondikalanganinvestor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →BerdasarkandatadariBeincrypto,pergerakanhargaBitcoinsaatiniberadadisekitarUS 64.325, mencatatkan kenaikan 1,1% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar kripto terbesar di dunia itu pun ikut terdongkrak ke angka US$ 1,29 triliun.
The Fed melalui Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,5%-3,75% dengan hasil voting 9 banding 3. Meski mayoritas memilih hold, tiga pembuat kebijakan atau dissenters justru mendesak adanya kenaikan suku bunga, menambah nuansa hawkish di tengah pasar.
Keputusan ini langsung mengubah ekspektasi pasar, di mana pelaku pasar tidak lagi sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada September mendatang. Imbasnya, tekanan pada imbal hasil obligasi global yang sempat menyentuh level tertinggi sejak 2008 pun mereda.
Bank of America menyampaikan kepada kliennya bahwa skenario kenaikan suku bunga pada Juli akan sangat tidak biasa. Mereka menyoroti bahwa The Fed belum pernah menaikkan suku bunga sejak 1994 jika peluangnya di bawah 60% di pasar. Sementara itu, JPMorgan memperkirakan skenario utama adalah hold dengan kecenderungan hawkish di level 50%, dengan peluang kenaikan seperempat poin sekitar 20%.
Tiga suara dissent tersebut memberikan nuansa hawkish yang lebih kuat dibandingkan sekadar hold, sehingga pasar kini mengalihkan fokus pada konferensi pers Warsh dan sinyal untuk pertemuan September. Analis menilai, jika harga minyak kembali melonjak, para dissenters bisa memperkuat argumen mereka untuk menaikkan suku bunga pada kesempatan berikutnya.
Respons positif harga Bitcoin terhadap keputusan The Fed menunjukkan bahwa aset kripto masih dianggap sebagai instrumen spekulatif yang sensitif terhadap kebijakan moneter global. Dengan suku bunga yang tetap rendah, likuiditas di pasar diperkirakan masih akan mengalir ke aset berisiko termasuk Bitcoin.