Langkah agresif Sinokor Maritime memborong kapal tanker bekas sepanjang tahun 2026 berbuah manis dengan perolehan keuntungan spektakuler di tengah dinamika pasar pelayaran global. Berdasarkan data VesselsValue, perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah mengakuisisi 73 kapal dengan menggelontorkan dana sebesar USD 5,925 miliar atau setara dengan Rp96 triliun.
Nilai belanja tersebut bahkan melampaui total pengeluaran gabungan dari delapan pembeli kapal tanker terbesar berikutnya pada tahun ini. Ekspansi masif ini menempatkan Sinokor sebagai penguasa baru yang mengendalikan sekitar 10 persen dari total armada kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) di seluruh dunia.
Dari analisis Kabayan News, lonjakan pendapatan luar biasa ini dipicu oleh situasi keamanan di Selat Hormuz yang memangkas jumlah operator kapal di Teluk Persia. Kondisi geopolitik tersebut mendongkrak pendapatan rute VLCC Timur Tengah menuju China hingga menyentuh angka USD 510.000 per hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDukungan finansial di balik aksi borong kapal ini juga semakin terang setelah otoritas persaingan usaha Yunani menyetujui akuisisi 50 persen saham Sinokor oleh anak usaha MSC yakni SAS Shipping Agencies Services pada Juni lalu. Keterlibatan pendiri MSC Gianluigi Aponte memperkuat posisi finansial perusahaan dalam mendominasi pasar tanker global.
Meskipun harga aset kapal VLCC kini telah meroket ke level tertinggi sejak tahun 2008, masa depan pasar selanjutnya sangat bergantung pada normalisasi situasi di Selat Hormuz. Para analis menilai para pemilik kapal kini memiliki jendela waktu yang menarik untuk mengoptimalkan armada sebelum koreksi pasar terjadi.