Harga minyak dunia naik empat hari beruntun setelah para investor mencermati ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Berdasarkan data perdagangan, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 69 sen atau 0,8% menjadi USD 91,71 per barel pada pukul 0415 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat menguat 76 sen atau 0,9% ke level USD 85,70 per barel.
Kenaikan harga tersebut didorong memudarnya harapan damai setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak ada negosiasi berlangsung dengan Iran serta bersikeras Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim pihak Iran yang menyebut jalur perairan vital itu tertutup menyusul berakhirnya masa gencatan senjata sementara pada Senin sebelumnya, sehingga memicu kehati-hatian dari sebagian besar pemilik kapal.
Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara konsisten memberikan tekanan psikologis langsung terhadap pasar komoditas energi global dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut analisis Kabayan News, produsen minyak di kawasan Teluk kini mulai mencari jalur ekspor alternatif guna mengamankan pasokan menuju Teluk Oman demi menghindari risiko di titik pencekikan maritim tersebut.
Langkah antisipasi juga diambil pemerintah Irak melalui persetujuan kabinet terkait mekanisme ekspor minyak mentah lewat perusahaan internasional dan lokal terkemuka guna menjaga stabilitas volume pengiriman.