Industri laptop kini mengalami pergeseran tren yang cukup signifikan. Setelah bertahun-tahun mengagungkan desain super tipis dengan mengorbankan berbagai port dan akses perbaikan, sejumlah produsen komputer mulai kembali ke desain yang lebih fungsional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah menghilangkan port seperti HDMI dan slot kartu memori sebelumnya dianggap sebagai bentuk kemajuan teknologi. Namun, kebijakan tersebut justru memaksa pengguna membawa berbagai konektor tambahan dan menyulitkan proses perbaikan saat terjadi kerusakan komponen.
Pada tahun 2026, peta persaingan mulai berubah seiring kembalinya port HDMI, slot kartu memori, hingga akses perbaikan baterai dan papan ketik pada laptop kelas atas. Produsen seperti Dell dan Lenovo bahkan mulai menerapkan port USB-C modular yang mudah diganti tanpa harus mengganti seluruh papan induk.
Perusahaan teknologi Framework menjadi salah satu pelopor yang konsisten mengusung konsep laptop bongkar-pasang. Pengguna laptop Framework dapat mengganti memori, penyimpanan, baterai, hingga papan induk secara mandiri tanpa perlu membeli perangkat baru secara utuh.
Di sisi lain, Apple juga dinilai mulai melunak melalui lini MacBook Neo. Meski memori dan penyimpanannya masih tersolder, beberapa komponen seperti baterai dan port pada perangkat tersebut kini lebih mudah dilepas dan diperbaiki dibanding generasi sebelumnya.
Kemudahan dalam memperbaiki komponen ini memberikan keuntungan besar bagi konsumen maupun teknisi. Masalah kecil seperti baterai aus atau port pengisi daya yang rusak kini dapat diperbaiki dengan biaya yang jauh lebih terjangkau tanpa perlu mengganti seluruh perangkat.