Saham Ford Motor Company menjadi salah satu instrumen yang banyak dibicarakan investor pendapatan karena menawarkan tingkat imbal hasil dividen menarik. Berdasarkan harga saham di level 13,37 dolar AS, perusahaan otomotif tersebut membagikan dividen tahunan sebesar 0,60 dolar AS per lembar saham yang dibagi dalam pembayaran kuartalan sebesar 0,15 dolar AS.
Angka tersebut mencerminkan imbal hasil dividen sekitar 4,5 persen yang berada di atas rata-rata indeks S&P 500 dan sebagian besar saham dividen blue-chip lainnya. Pendapatan dividen bukan sekadar bonus bagi pemegang saham, melainkan bagian inti dari pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.
Pembayaran dividen menawarkan bantalan untuk mengimbangi penurunan harga di pasar. Strategi investasi berfokus pada dividen secara historis terbukti mampu membantu menurunkan volatilitas serta meredam kerugian selama pasar mengalami koreksi tajam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeInvestor yang mengincar pendapatan dividen sebesar 500 dolar AS per tahun dari saham Ford perlu mengetahui jumlah dana yang harus diinvestasikan. Perhitungan matematika menunjukkan Ford membayar 0,60 dolar AS per lembar saham setiap tahun sehingga investor wajib memiliki sekitar 834 lembar saham.
Risiko Historis dan Kinerja Saham Ford
Pembelian 834 lembar saham Ford pada harga saat ini 13,37 dolar AS per lembar membutuhkan modal sekitar 11.150 dolar AS atau setara dengan Rp11 juta dalam asumsi tertentu. Jumlah modal tersebut tergolong signifikan untuk diikat pada satu saham demi mengejar dividen semata.
Imbal hasil tinggi kerap menjadi tanda peringatan sekaligus imbalan bagi investor di pasar keuangan. Riwayat dividen Ford memperlihatkan bahwa produsen otomotif tersebut sempat menghentikan pembayaran dividen dari tahun 2006 hingga 2012 serta menangguhkannya kembali selama hampir dua tahun setelah pandemi melanda pada 2020.
Kinerja imbal hasil total saham Ford dalam jangka panjang juga tertinggal jauh dari pasar secara keseluruhan. Selama dekade terakhir, total pengembalian investasi Ford termasuk dividen yang diinvestasikan kembali berada di kisaran 85 persen, jauh tertinggal dari imbal hasil indeks S&P 500 yang melampaui 300 persen.
Investor yang memegang saham Ford selama periode 10, 20, atau 30 tahun terakhir akan mengakhiri periode dengan dana lebih sedikit dibanding pemegang reksa dana indeks S&P 500. Keputusan menanamkan modal pada saham Ford menuntut pertimbangan matang terhadap risiko pemangkasan dividen dan performa harga jangka panjang.