Netflix dan Amazon secara bersamaan mengambil langkah mundur dari ekspansi besar di industri game lewat penutupan studio serta pelepasan hak penerbitan sejumlah judul populer. Berdasarkan pengamatan, langkah strategis ini memicu kekhawatiran luas mengenai masa depan industri game yang dirasa semakin menyusut akibat gelombang pemutusan hubungan kerja global.
Bagi raksasa korporasi seperti Amazon dan Netflix, divisi game awalnya dipandang sebagai celah pertumbuhan baru saat puncak pandemi COVID-19 melanda dunia. "Perusahaan memanfaatkan peningkatan minat hiburan digital tersebut untuk memperluas portofolio kekayaan intelektual mereka," demikian analisis pasar yang menyoroti tren investasi masif beberapa tahun lalu.
Amazon memutuskan untuk melepaskan tanggung jawab penerbitan game MMORPG populer Throne and Liberty serta Lost Ark menjelang akhir 2026 dan awal 2027. Hak penerbitan kedua game tersebut akan dikembalikan sepenuhnya kepada pengembang asli seperti NCSoft dan Smilegate agar kelangsungan pemain tetap terjaga tanpa kehilangan progres permainan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, langkah serupa diambil oleh layanan streaming Netflix yang kembali merampingkan divisi game mereka dengan menutup Night School Studio dan Moonloot. "Keputusan menutup studio internal menunjukkan bahwa eksperimen game mereka kurang mendulang kesuksesan finansial," jelas pengamat industri menanggapi penutupan tersebut.
Meskipun gelombang penutupan ini membawa dampak buruk bagi para pengembang yang kehilangan pekerjaan, kemunduran perusahaan non-gaming ini menyimpan peluang jangka panjang. Dari analisis mendalam, hengkangnya korporasi besar membuka kesempatan bagi studio independen untuk mengutamakan kreativitas murni tanpa tekanan target keuntungan semata.