Negara-negara Teluk meningkatkan upaya diplomatik untuk memecah kebuntuan terkait Iran, dengan Qatar dan Oman memimpin inisiatif regional demi mencapai kesepakatan sementara memulihkan jalur pengiriman melalui Selat Hormuz. Inisiatif tersebut mengemuka ketika Inggris melaporkan insiden pembajakan kapal tanker di Teluk Aden.
"Upaya Qatar saat ini difokuskan pada mediasi antara pihak Iran dan Amerika Serikat," ujar Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman melalui keterangan resminya.
Sheikh Mohammed menegaskan bahwa kebebasan navigasi wajib dijamin tanpa adanya intervensi dari negara manapun serta jalur maritim tidak boleh disandera demi kepentingan politik tertentu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perjalanannya, Qatar turut berkonsultasi bersama Dewan Kerja Sama Teluk guna menjajaki jalur diplomasi lain demi memulihkan normalitas pelayaran di kawasan tersebut.
Tekanan Ekonomi AS dan Penghentian Ekspor Minyak Iran
Langkah diplomasi tersebut bergulir seiring ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan tekanan ekonomi masif terhadap berbagai pihak yang memberikan bantuan kepada Iran.
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengonfirmasi bahwa negaranya saat ini tidak melakukan ekspor minyak mentah akibat sanksi dan pembatasan yang semakin ketat.
"Tidak ada keraguan bahwa kami menghadapi pembatasan ekspor minyak dan ini adalah realitas yang sedang terjadi," ucap Hemmati melalui stasiun televisi nasional.
Di sisi lain, para pejabat Iran menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak akan runtuh akibat tekanan militer maupun sanksi ekonomi global yang terus mendera.