Potensi sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur yang membentang sangat luas rupanya belum mampu menjadi angin segar bagi pelaku industri lokal. Produsen pupuk organik di Balikpapan harus menghadapi kenyataan pahit lantaran sulit menembus pasar korporasi besar di daerah sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendala pelik tersebut dialami oleh pendiri CV Gema Tani Etam, S Wahyudi, yang merintis usaha pupuk merek Semok. Padahal, usaha yang telah berjalan hampir dua dekade ini sudah mengantongi legalitas lengkap serta lolos berbagai uji mutu dari Kementerian Pertanian.
"Luasan perkebunan sawit di Kaltim itu mencapai 1,6 juta hektare, sangat disayangkan tidak menyerap pupuk organik produksi asli daerah. Padahal izin edar Kementan sudah kami kantongi dan lolos seluruh uji mutu," ujar Wahyudi.
Selama 17 tahun beroperasi, berbagai upaya penawaran kerja sama telah diajukan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan di Kaltim. Namun, manajemen korporasi kerap berdalih bahwa segala keputusan pengadaan logistik terpusat di kantor pusat Jakarta.
Upaya memperjuangkan nasib melalui jalur legislatif pun belum membuahkan hasil nyata. Pertemuan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama belasan perusahaan sawit di Kutai Kartanegara sebelumnya hanya berujung pada janji tanpa eksekusi.
Sikap tertutup korporasi besar ini dinilai kontradiktif dengan prinsip tata kelola perkebunan berkelanjutan. Terlebih lagi, proses untuk mendapatkan izin edar dari kementerian terkait menuntut standar pengujian laboratorium yang ketat dan berkala.
Ironisnya, di saat pasar korporasi lokal menutup pintu, produk pupuk asal Balikpapan ini justru laris manis di luar daerah. Mulai dari petani mandiri hingga instansi pertanian di berbagai pulau di luar Kalimantan menyambut baik produk tersebut.
Akibat minimnya penyerapan dari industri sawit skala besar di Kaltim, kapasitas produksi pabrik tidak dapat dimaksimalkan. Pelaku usaha berharap pemerintah daerah dapat turun tangan menjembatani agar produk lokal mendapat ruang di rumah sendiri.