Profil Prefektur Kumamoto menempatkan wilayah ini sebagai salah satu daerah penting di Pulau Kyushu, Jepang. Prefektur dengan ibu kota Kumamoto ini berbatasan dengan Fukuoka, Oita, Miyazaki, dan Kagoshima, serta memiliki luas wilayah mencapai 7.409 kilometer persegi dengan populasi sekitar 1,68 juta jiwa pada Oktober 2025.
Gunung Aso menjadi ikon utama Prefektur Kumamoto. Gunung berapi aktif terbesar di Jepang ini memiliki ketinggian 1.592 meter di atas permukaan laut dan terletak di tengah kaldera Aso yang luas. Keberadaan gunung ini menjadikan Kumamoto sebagai destinasi wisata alam favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWilayah Prefektur Kumamoto juga memiliki sejarah panjang. Pada zaman dahulu, daerah ini dikenal sebagai Provinsi Higo sebelum diubah namanya menjadi Kumamoto pada era Restorasi Meiji. Nama Kumamoto secara harfiah berarti "akar beruang" dalam aksara kanji yang digunakan.
Selain Gunung Aso, Prefektur Kumamoto juga memiliki kawasan lindung yang luas. Sekitar 21 persen total wilayah prefektur ditetapkan sebagai taman alam nasional dan kuasi-nasional, termasuk Aso Kuju, Unzen-Amakusa, serta beberapa taman alam prefektur lainnya.
Keindahan Alam dan Industri Maju di Prefektur Kumamoto
Maskot Kumamon menjadi salah satu ikon budaya populer Prefektur Kumamoto. Beruang hitam dengan pipi kemerahan ini diciptakan untuk menarik wisatawan setelah jalur kereta cepat Kyushu Shinkansen beroperasi. Kumamon kini dikenal secara internasional sebagai duta pariwisata daerah tersebut.
Di sektor industri, Prefektur Kumamoto menjadi rumah bagi pabrik sepeda motor terbesar di dunia dan juga fasilitas produksi semikonduktor Mitsubishi Electric senilai 100 miliar yen yang ditargetkan beroperasi mulai April 2026. Ini menunjukkan peran strategis Kumamoto dalam ekonomi Jepang.
Keindahan alam Prefektur Kumamoto terletak pada keberagaman bentang alamnya. Wilayah ini mencakup pegunungan, kaldera vulkanik, serta kepulauan Amakusa yang memisahkan daratan utama dari Laut China Timur. Pariwisata alam menjadi andalan utama daerah ini.
Prefektur Kumamoto juga dikenal sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dengan populasi lebih dari 1,7 juta jiwa pada Juni 2019, daerah ini menduduki peringkat ke-23 di Jepang dan memiliki kepadatan 236 jiwa per kilometer persegi.