Bitcoin mencatatkan lonjakan harga harian tertajam dalam lima bulan terakhir dengan melesat hingga 8,7% ke level tertinggi harian di USD 69.749 pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pergerakan fantastis tersebut membawa aset kripto utama ini menyentuh level harga tertinggi sejak 1 Juni 2026.
Pemicu lonjakan harga tersebut bukan berasal dari faktor internal kripto, melainkan pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat yang berencana melipatgandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang dari USD 2 miliar menjadi USD 4 miliar per operasi mulai 9 September 2026. Kebijakan ini mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang dan melemahkan nilai dolar AS.
Dinamika makroekonomi tersebut turut diperkuat oleh pertemuan Gedung Putih antara para eksekutif kripto dan regulator, serta proposal baru SEC yang melonggarkan aturan pendaftaran penawaran aset digital. Kondisi pasar langsung berbalik arah dengan cepat akibat kombinasi sentimen positif yang memicu likuidasi besar-besaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePanel likuidasi CoinGlass mencatat posisi short senilai USD 1,14 miliar hancur dalam waktu satu jam di seluruh bursa kripto, di mana Bitcoin menyumbang kerugian posisi jual sebesar USD 677,64 juta. Saham-saham yang terafiliasi dengan kripto turut terdongkrak naik, seperti Strategy yang melonjak hampir 12% dan Coinbase yang menguat 9% pada hari yang sama.
Pasar Prediksi Berubah Drastis Usai Lonjakan Harga BTC
Lonjakan harga yang tidak terduga ini membuat para pelaku pasar prediksi kewalahan mengubah posisi mereka dalam waktu singkat. Pasar prediksi Myriad sebelumnya mencatat 70% trader meyakini Bitcoin akan mengalami penurunan ke level USD 55.000, namun probabilitas tersebut langsung berubah menjadi nyaris seimbang dengan perbandingan 51,9% untuk USD 55.000 dan 48.1% untuk target USD 84.000.
Perubahan drastis serupa juga terlihat di platform Polymarket, di mana pasar harga Bitcoin 2026 sebelumnya menetapkan peluang 56% untuk menyentuh USD 55.000 sebelum akhir tahun. Sementara itu, para trader di Kalshi sebelumnya hanya memberikan probabilitas 31% bagi Bitcoin untuk menembus ambang batas USD 70.000 pada Agustus ini.
Perbedaan respons antara pasar jangka pendek dan jangka panjang mencerminkan betapa terkejutnya para prediktor melihat reli hijau harian sebesar 7% tersebut. Volume perdagangan di berbagai platform prediksi mencetak rekor baru seiring banyaknya trader yang menggunakan instrumen tersebut untuk melindungi posisi aset riil mereka.
Saat ini, level pergerakan kritis berikutnya berada di angka USD 70.284 yang menjadi batas bawah area resistensi pada grafik harian Bitcoin. Penutupan harian di atas level tersebut membuka peluang kenaikan menuju USD 73.245, sementara pelemahan di bawah USD 68.000 akan menyeret kembali Bitcoin ke dalam rentang konsolidasi sejak Juni.