Langkah inovatif dilakukan oleh pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Karawang. Kini, sampah rumah tangga yang telah dipilah dengan cermat tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan berhasil diserap langsung oleh industri sebagai bahan baku.
Ketua KSM Darma Sahabat Lingkungan, Hendro, mengungkapkan bahwa pihaknya di TPS3R Baraya Runtah, Desa Sukaluyu, telah memilah puluhan jenis sampah. Mulai dari plastik dengan berbagai kategori seperti PET, PP, dan HD, hingga kertas serta kardus, semuanya disesuaikan dengan standar kebutuhan industri.
Menurut laporan yang dihimpun, TPS3R Baraya Runtah telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Pindo Deli untuk menyerap sampah jenis karton dan kertas putih. Hendro menekankan bahwa keberadaan pembeli atau off-taker menjadi faktor krusial yang membuat masyarakat dan pengelola lebih termotivasi untuk melakukan pemilahan secara serius.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kalau sudah ada off-taker ini jadi bagian penting, karena kertas dan kardus yang dipilah bisa lebih baik dan lebih bersih, sesuai spesifikasi konsumen," ujar Hendro saat diwawancarai media.
Lebih lanjut, Hendro memandang bahwa pengelolaan sampah harus bertransformasi dari sekadar aktivitas 3R menjadi bagian dari ekosistem industri daur ulang. Ia berharap model kemitraan ini terus mendapat dukungan dari pemerintah maupun sektor swasta agar keberlanjutannya terjaga.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly, menyatakan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam situasi darurat sampah. Oleh karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pengelola TPS3R, dan pihak swasta menjadi solusi nyata untuk memberikan kepastian pasar bagi sampah terpilah.
"Kami berharap pola kemitraan seperti ini dapat dikembangkan untuk jenis sampah lainnya, seperti plastik, kemasan multilapis, dan sachet, sehingga semakin banyak sampah yang memiliki jalur pengelolaan hingga ke industri," tegas Agus.
Menanggapi kemitraan tersebut, Public Affairs PT Pindo Deli Pulp and Paper Karawang, Adil Teguh, menegaskan keterbukaan perusahaan untuk terus bersinergi. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang sebagai langkah konkret dalam memecahkan masalah sampah di wilayah Karawang secara berkelanjutan.