Gelombang protes masif mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat menyusul insiden penembakan brutal yang dilakukan oleh agen imigrasi dalam masa pemerintahan Donald Trump. Berdasarkan analisis awak media, kemarahan publik memuncak akibat kematian Renée Good di Minneapolis serta jatuhnya korban jiwa lain dalam operasi penegakan hukum yang melibatkan badan Imigrasi dan Bea Cukai AS atau ICE.
Menurut laporan pihak berwenang, puluhan ribu demonstran turun ke jalan di puluhan kota besar termasuk Minneapolis, Portland, Los Angeles, hingga San Francisco. Aksi massa ini diwarnai pengibaran spanduk penolakan terhadap tindakan represif aparat serta seruan keadilan bagi para korban yang tewas tertembak dalam operasi kontroversial tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan tim redaksi, tensi politik kian memanas setelah insiden penembakan kembali menimpa seorang perawat bernama Alex Pretti di Minneapolis. Pengamatan di lapangan menunjukkan bentrokan kecil sempat terjadi antara massa aksi dan aparat keamanan di beberapa titik pengamanan kantor federal.
Hingga saat ini, gerakan protes anti-penegakan imigrasi terus meluas di berbagai wilayah meskipun pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri berdalih tindakan petugas dilakukan dalam situasi membela diri. Situasi keamanan nasional Amerika Serikat tetap berada dalam status pengawasan ketat seiring berlanjutnya demonstrasi lanjutan dari berbagai elemen masyarakat.