Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) baru saja merampungkan kompetisi bertajuk Lift Challenge dengan menempatkan perusahaan AVIDrone di posisi puncak. Meskipun belum ada partisipan yang berhasil memenuhi target ambisius membangun drone dengan kemampuan mengangkut beban hingga empat kali lipat dari bobotnya sendiri, para peserta tercatat sudah mendekati pencapaian tersebut.
Dalam pengumuman resminya, DARPA menyatakan bahwa desain helikopter elektrik buatan AVIDrone berhasil mencatatkan rasio muatan terhadap berat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni di angka 3.84 berbanding 1. Perusahaan yang berbasis di Maryland dan berakar di Kanada itu mendesain drone heavy-lift bernama Katana.
Secara rinci, drone Katana yang memiliki berat 29.3 pon tersebut sukses mengangkat dan membawa beban seberat 112.4 pon menempuh jarak sekitar 5 mil laut. Keberhasilan ini mengantarkan AVIDrone keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai 1.25 juta dolar AS.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak manajemen AVIDrone menyampaikan bahwa kemenangan gemilang tersebut merupakan buah dari penggabungan pengalaman bertahun-tahun, teknologi autopilot serta kendali penerbangan proprietari, dan keahlian mendesain pesawat khusus angkutan kargo berat. Perusahaan ini memang berfokus pada pengembangan sistem pengiriman kargo tanpa awak untuk sektor pertahanan dan komersial.
Daftar Pemenang DARPA Lift Challenge
Kompetisi DARPA Lift Challenge sendiri diselenggarakan untuk mengatasi hambatan besar dalam sistem udara tak berawak vertikal, di mana drone multirotor pada umumnya hanya mampu membawa muatan setara atau kurang dari berat badan mereka sendiri. Manajer program Lift Challenge, Phillip Smith, menyebut penerbangan vertikal berat sebagai titik balik teknologi besar berikutnya yang ekonomis untuk diadopsi secara luas.
Selain AVIDrone, kompetisi ini juga memenangkan MTech Operations asal Massachusetts di posisi kedua yang mendapatkan hadiah 750 ribu dolar AS usai mencatatkan rasio angkut 3.64 berbanding 1. Sementara itu, Xtreme Aerial Concepts asal California menyusul di tempat ketiga dengan perolehan rasio 3.45 berbanding 1 dan diganjar hadiah 500 ribu dolar AS.
DARPA turut memberikan penghargaan untuk kategori subjektif berdasarkan penilaian panel ahli dirgantara mendalam. Tim University of Maryland menyabet penghargaan Most Revolutionary Aerodynamic Design, Portal Aircraft Company dari Texas memenangi Most Revolutionary Powertrain Design, serta DefendTex asal Utah meraih penghargaan Most Promising Technology.
Phillip Smith menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada pemberian hadiah uang atau demonstrasi keren, melainkan juga membangun jaringan luas bagi para penemu dan investor. Kolaborasi yang tercipta dari kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi pesawat tanpa awak berikutnya guna memecahkan berbagai tantangan global.