Kontaminasi plastik dalam skema pengelolaan sampah makanan menjadi isu terabaikan padahal mikroplastik berpotensi mencemari tanah pertanian melalui pupuk kompos.
Berdasarkan analisis awak media Kabayan News, sepertiga dari total makanan yang diproduksi secara global terbuang percuma setiap tahun dan memicu krisis iklim global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeStudi terbaru terbitan jurnal Nature Food menggunakan pemodelan analisis siklus hidup untuk membandingkan dampak iklim dari pembuangan sampah makanan di TPA versus jalur daur ulang alternatif.
Peneliti utama dari University of Vermont, Kate Porterfield menjelaskan pengalihan sampah makanan dari tempat pembuangan akhir dapat mengurangi dampak iklim hingga sembilan puluh sembilan persen.
"Setiap kali Anda mengalihkan sampah makanan, selalu ada risiko polusi mikroplastik karena manusia tidak sempurna, mesin tidak sempurna, dan semua makanan dikemas dalam plastik," ujar Porterfield.
Pengamatan redaksi Kabayan News menunjukkan bahwa aturan pemisahan sampah yang ketat tetap menyisakan residu mikroplastik di dalam tanah apabila proses pengemasan makanan modern tidak segera dibenahi dari hulu.