Warga di wilayah Amerika Serikat dan Kanada bersiap menyaksikan fenomena gerhana Bulan parsial mendalam yang akan mengubah permukaan Bulan menjadi warna merah tembaga pada malam 27 hingga 28 Agustus 2026 mendatang.
Berdasarkan laporan astronom, sekitar 96 persen permukaan Bulan akan masuk ke dalam bayangan Bumi sehingga menciptakan pemandangan menyerupai Blood Moon atau bulan darah yang sangat memukau di langit malam.
Jurnalis sains Iain Todd menyatakan fenomena tersebut terjadi ketika posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus sempurna saat fase purnama atau Sturgeon Moon.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, fenomena gerhana Bulan jauh lebih aman dinikmati secara langsung menggunakan mata telanjang tanpa memerlukan kacamata pelindung khusus seperti halnya ketika mengamati gerhana matahari.
Para pengamat astronomi menyarankan warga di Amerika Utara untuk mencari lokasi minim polusi cahaya serta memastikan pandangan ke arah timur tidak terhalang demi mendapatkan pengalaman menonton gerhana secara utuh.