Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Minyak Dunia Melambung, Selat...
INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Melambung, Selat Hormuz Ditutup Bikin Panik

By Dewi Lestari • 2 min read • 11 Agustus 2026
Kilang minyak dan rig pengeboran di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz

Kilang minyak dan rig pengeboran di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz

Harga minyak dunia melonjak naik ke posisi tertinggi dalam sepekan menyusul ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, lonjakan ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap jalur distribusi vital di kawasan Timur Tengah yang kini berada dalam situasi krisis.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent menguat 1,19 dolar AS atau 1,4 persen ke level 88,91 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat naik 1,07 dolar AS atau 1,3 persen menjadi 83,20 dolar AS per barel. Dari analisis Kabayan News, angka tersebut menandai penutupan tertinggi kedua berturut-turut bagi kedua patokan utama sejak akhir Juli lalu akibat memudarnya harapan damai.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat tidak mengubah perilakunya dan menerima syarat penghentian perang. Pengamat Kabayan News mencatat bahwa sebelum konflik meletus pada 28 Februari lalu, jalur tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia dengan rata-rata 125 hingga 140 kapal melintas setiap harinya.

Data pelayaran menunjukkan bahwa aktivitas lintas kapal di Selat Hormuz merosot drastis menjadi hanya enam kapal pada hari Senin, jauh merosot dari rata-rata sepuluh hari sebelumnya. Situasi geopolitik semakin rumit tatkala kelompok Houthi Yaman menyerang kapal Arab Saudi di Bab el-Mandeb, sementara fasilitas energi di Libya dan Rusia turut menghadapi serangan yang menggerus kapasitas produksi global secara masif.

Topics
harga minyak selat hormuz iran konflik timur tengah minyak mentah brent wti amerika serikat opec
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.