Iran mengajukan syarat berat bagi pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah negosiasi damai buntu pada Sabtu. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan jalur vital tersebut tertutup sampai Amerika Serikat mengubah perilakunya.
Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran merilis pernyataan tegas menuntut penghentian ancaman militer Amerika Serikat secara permanen. Pengamat militer menilai situasi kawasan Teluk semakin meruncing seiring belum adanya titik temu antara kedua negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan Amerika Serikat harus mengakhiri perang serta mencabut blokade laut. Tuntutan lain mencakup pencairan aset beku serta kompensasi penuh atas kerusakan perang.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya hampir mencapai kesepakatan navigasi terkait rute transit. Namun, pembukaan jalur air tersebut bergantung pada syarat lain menyusul tuduhan pelanggaran kesepakatan sementara oleh Washington.
Oman selaku mediator menyampaikan bahwa perundingan tetap berlangsung dalam suasana konstruktif sembari mengutuk serangan terhadap kapal-kapal di selat. Sementara itu, otoritas Uni Emirat Arab melaporkan sebuah kapal milik perusahaan Adnoc menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menilai kondisi saat ini menjadi momentum terbaik mencapai kesepakatan karena kekuatan domestik sedang solid. Selat Hormuz sendiri memegang peranan krusial bagi pasokan minyak dan gas dunia sebelum konflik mengganggu arus pelayaran.