Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Iran Ajukan Syarat Berat Buka Selat...
INTERNASIONAL

Iran Ajukan Syarat Berat Buka Selat Hormuz, Konflik Memanas

By Dewi Lestari • 2 min read • 8 Agustus 2026
Kapal kargo melintas di perairan Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik

Kapal kargo melintas di perairan Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik

Iran mengajukan syarat berat bagi pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah negosiasi damai buntu pada Sabtu. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan jalur vital tersebut tertutup sampai Amerika Serikat mengubah perilakunya.

Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran merilis pernyataan tegas menuntut penghentian ancaman militer Amerika Serikat secara permanen. Pengamat militer menilai situasi kawasan Teluk semakin meruncing seiring belum adanya titik temu antara kedua negara.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan Amerika Serikat harus mengakhiri perang serta mencabut blokade laut. Tuntutan lain mencakup pencairan aset beku serta kompensasi penuh atas kerusakan perang.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya hampir mencapai kesepakatan navigasi terkait rute transit. Namun, pembukaan jalur air tersebut bergantung pada syarat lain menyusul tuduhan pelanggaran kesepakatan sementara oleh Washington.

Oman selaku mediator menyampaikan bahwa perundingan tetap berlangsung dalam suasana konstruktif sembari mengutuk serangan terhadap kapal-kapal di selat. Sementara itu, otoritas Uni Emirat Arab melaporkan sebuah kapal milik perusahaan Adnoc menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menilai kondisi saat ini menjadi momentum terbaik mencapai kesepakatan karena kekuatan domestik sedang solid. Selat Hormuz sendiri memegang peranan krusial bagi pasokan minyak dan gas dunia sebelum konflik mengganggu arus pelayaran.

Topics
iran selat hormuz amerika serikat uni emirat arab adnoc konflik minyak timur tengah
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.