Harga minyak mentah bergerak mendekati 92 dolar per barel pada perdagangan Selasa seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran pasokan global. Berdasarkan laporan The Economic Times, eskalasi ini terjadi setelah pernyataan tegas dari Washington mengenai hubungan diplomatik kedua negara.
Situasi pasar energi semakin tertekan setelah pemerintah Iran memberikan respons keras terhadap pernyataan Gedung Putih. Analis pasar dari lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs dan JPMorgan memperingatkan bahwa harga minyak jenis Brent berpotensi melonjak melampaui 110 dolar apabila gangguan pengiriman di Selat Hormuz terus berlanjut dalam waktu dekat.