Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan signifikan di atas USD 83 per barel setelah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pantauan pasar komoditas, tren positif ini terjadi dalam dua sesi perdagangan berturut-turut didorong sentimen kekhawatiran pasokan global.
Berdasarkan analisis awak media, lonjakan harga tersebut dipicu usulan pemerintah Iran untuk membatasi kapal-kapal asing serta menerapkan sanksi ketat terhadap setiap pelanggaran di jalur perairan strategis tersebut. Langkah tersebut langsung direspons pelaku pasar dengan kecemasan tinggi mengingat vitalnya jalur distribusi energi internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan pengamatan tim redaksi, para pengamat pasar memperingatkan potensi lonjakan harga lanjutan apabila gangguan distribusi di kawasan konflik tersebut berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Kendati demikian, pasokan dari luar wilayah konflik diprediksi bakal mengalami ekspansi guna meredam kenaikan harga dalam jangka panjang.