Harga minyak mentah dunia anjlok di bawah USD 90 per barel akibat proyeksi permintaan global menurun tajam di tengah situasi geopolitik yang memanas. Berdasarkan laporan pasar minyak bulanan yang dirilis pada Rabu, Organisation of Petroleum Exporting Countries memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026 menjadi 580.000 barel per hari.
International Energy Agency turut menurunkan outlook dalam laporan terbarunya. Lembaga tersebut kini memperkirakan konsumsi minyak mengalami kontraksi sebesar 1,6 juta barel per hari pada tahun ini, jauh lebih dalam dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya mencatat penurunan 1 juta barel per hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, penurunan harga minyak mentah ini mencerminkan fenomena ekonomi yang menarik karena komoditas energi justru melemah di tengah ancaman kebuntuan pasokan di Selat Hormuz dan ketegangan perang Iran. Pasar tampaknya lebih merespons kekhawatiran pelemahan ekonomi makro dan lesunya permintaan jangka panjang daripada risiko geopolitik sesaat.